"Plis kenapaaaa? kenapa jalan ceritanya mesti gini? kenapa ada delima dan kenapa ada inang? coba hanya ada kami. mungkin sudah terlalu indah."
Tertegun membaca sebuah pesan.
*mulai berkaca-kaca*
biarlah. biarlah cerita ini jadi cerita hati. biarlah saja.
biarlah. biarlah hanya aku dan Dia yang benar-benar tahu soal semua kemauan hati ini.
biarlah. biarlah kisah ini terkubur, demi tumbuhnya semua yang baru.
biarlah.
*benar-benar menangis*
0 sahabatku bicara:
Post a Comment
ayo comment ayo comment ayo comment .___.